Waktu Bagaikan Pedang

بسم الله الرحمن الرحيم

Saya ingin menuliskan sedikit nasehat seorang ulama  besar yang lahir pada tahun 150H, dialah Imam Syafi'i Rahaimahullah. Ulama ini pernah berkata:

الْوَقْتُ كَالسَيْفِ اِنْ لَمْ تَقْطَعهُ قَطَعَكَ
"Waktu itu bagaikan pedang, jikalau kamu tidak bisa menggunakan pedang itu, maka pedang itu sendiri yang akan menghunusmu."

Dalam pengertian ini ada beberapa orang yang memaknai bahwa kita harus bisa memanage (mengatur) waktu yang kita miliki. Seberapa banyak pekerjaan kita, dan seberapa besar waktu yang kita punya. Agar semua tanggungjawab bisa terpenuhi dan terlaksana.

Ada pula yang memaknai bahwa kita harus bisa menggunakan waktu itu untuk hal-hal positif. Agar waktu kita tidak terbuang dengan hal-hal yang sia-sia. Memang kedua pendapat ini tidak sepenuhnya salah.

Akan tetapi disini saya ingin menjelaskan pengertian 'jikalau kamu tidak bisa menggunakan pedang itu, maka pedang itu sendiri yang akan menghunusmu'. Untuk menjelaskan maksud terakhir dari nasehat di atas, saya ingin menghubungkannya dengan kata Barakah.

Barakah adalah segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT. dengan cara yang halal serta mendatangkan manfaat yang begitu besar bagi dirinya sendiri dan orang lain. Misalnya, si fulan mempunyai harta yang barakah. Harta yang didapat itu walaupun sedikit tetapi halal mampu menghidupi keluarganya, masih bisa menyekolahkan anak-anaknya, masih bisa shadaqoh dan membantu orang lain.

Begitu juga dengan waktu, waktu yang didapat dengan cara halal akan
mendatangkan barakah. Sebaliknya waktu yang didapat dengan cara haram akan menghasilkan hasil yang negatif pula. Lantas, bagaimana waktu bisa haram?

Kita mengenal istilah mencuri waktu. Seorang pekerja yang seharusnya waktu untuk bekerja malah santai-santai, seorang guru ketika waktunya mengajar malah jalan-jalan ke mall, seorang pelajar waktu menuntut ilmu malah bersembunyi di belakang sekolah. Ini merupakan sebagian kecil dari contoh mencuri waktu.

Orang yang mencuri waktu pasti menggunakannya untuk kegiatan yang sepele dan sia-sia. Nah, inilah waktu yang tidak barakah sehingga akan memproduksi kegiatan yang tidak berbarakah pula, yang akhirnya nanti akan menjadi boomerang bagi pelakunya sendiri. Dia akan terjebak dengan banyak tanggungjawab yang belum terselesaikan, serta pekerjaan yang menumpuk, dan akhirnya dia sendiri akan kecewa karena hasil yang diperoleh pun tidak maksimal.

Oleh karena itu marilah saudara-saudara semua, mari kita niatkan waktu yang kita gunakan dalam dunia ini kita niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
اِنَّاصَلاتِي وَنُسُقِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Dan juga tujuan kita hidup di dunia ini hanyalah karena untuk beribadah kepada Allah semata.

وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَانَ إِلاَّ ليَعْبُدُوْنَ
Saya simpulkan dari ucapan ucapan Imam Syafi'i Rahimahullah adalah:
1.Mengatur waktu kita secara maksimal sehingga hasil yang didapat juga akan maksimal
2.Menggunakan waktu yang ada dengan hal-hal yang positif sehingga menghasilkan produk dari waktu itu sendiri
3.Tidak seenaknya sendiri dalam setiap aktifitas, sehingga akan menjerumuskan dalam pencurian waktu.
4.Meniati setiap aktifitas secara lillah  sehingga hasilnya berbuah barakah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Waktu Bagaikan Pedang"

Posting Komentar