A Key for Thousand Doors
Gontor
telah memberiku banyak hal. Memang sebagai alumni banyak hal itu baru bisa
dirasakan ketimbang ketika masih belajar di Gontor. Status alumniku ini akan
dipertaruhkan sekarang di masyarakat dan nanti ketika aku meneruskan study ku
ke Tazkia, Bogor .
Banyak
dari alumni yang menyatakan bahwa Gontor tidak mengajari ini, gontor tidak
mendidik itu. Tapi semuanya bisa mereka atasi, bahkan banyak yang menguasai.
Karena setelah ditanyakan kepada alumni-alumni Gontor bercerita Gontor
memberikan kita kunci. Dimana kunci itu bisa untuk membuka semua pintu. Aku
gambarkan disini "A Key for Thousand Doors".
Berbeda
halnya dengan lembaga pendidikan yang lain. Seperti SMA yang hanya menjurus ke
progam IPA, IPS, Bahasa. Atau layaknya SMK yang mengarah ke teknik otomotif,
computer, teknologi dsb. Gontor memang itu menjurus kepada satu bidang saja
tetapi memberi modal bagaimana caranya untuk bisa menguasai banyak hal.
Banyak
alumni gontor yang hasilnya berbeda-beda. Ada yang menjadi ahli IT, Ulama,
Kyai, Guru, Pengusaha, Wiraswasta, Polisi, Tentara, Pejabat, Bupati, Ekonomi
dll. Karena Gontor tidak mengajarkan satu bidang. Gontor membekali sebuah kunci
yang dengan sebuah kunci itu bisa membuka seribu pintu.
Gontor
mempunyai sebuah standard untuk orang besar. Orang besar menurut Gontor adalah
orang yang rela mengabdikan dirinya untuk mengajar (memberikan ilmu) walaupun
di surau di puncak gunung. Jadi Gontor sangat mengapresiasi orang yang berani
untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain sekecil apapun bentuknya.
Bukan hanya sekedar menjadi orang yang sukses tapi tidak berguna di
masyarkatnya. Gontor malah menjuluki manusia-manusia ini dengan julukan manusia
kambing. Yang cuma hanya bisa kerja, cari uang, makan, punya istri, punya rumah.
Yang keberadaannya tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
خير الناس انفعهم للناس

0 Response to " "
Posting Komentar